Kita Semua Sangat Berkepentingan! Tentang Realitas : Bahaya Sgt Besar di Masa Depan
Friday, June 8, 2018
Setiap manusia mnginginkan kesuksesan.. kebahagiaan, bebas dari berbagai penderitaan, tercukupi berbagai kebutuhan, terpenuhi berbagai keinginan, kemapanan, kestabilan, kenyamanan, ketenangan, kesenangan...
Di dunia ini dengan berbagai macam latar belakang manusia, terdapat berbagai macam perspektif (cara dan sudut pandang) terhadap hal tersebut dari berbagai nilai paradigma dan arus informasi yg tertanam dan diproses tiap-tiap manusia...
Manusia mengenal sesuatu hal tidak berdasarkan prasangka langsung dirinya sendiri...dari semenjak lahir dimana manusia tidak memiliki pengetahuan apapun hingga beranjak dewasa manusia memiliki pengetahuan berdasar apa yg diperkenalkan oleh pihak lain selain dirinya dan proses berpikir dari apa yg diperkenalkan tersebut...
Setiap konsep yg membentuk nilai-nilai paradigma bagi manusia pasti memiliki sumber asal...
Konsepsi, pemikiran, paham apapun yg tertanam dalam diri manusia memiliki sumber...
Tetapi apakah semua konsep tersebut ialah kebenaran adanya???
Yg artinya konsep tersebut menjelaskan dgn sebenar-sebenarnya hakikat realita yg terjadi...yg dengannya dgn mengikuti konsep tersebut manusia dapat mencapai kesuksesan,dll dalam keadaan yg sebenarnya...tidak hanya untuk sementara waktu...tetapi selama-lamanya...karena konsep yg benar pasti akan berlaku selama-lamanya...
...
Manusia mengenal kejujuran, integritas, moralitas sebagai parameter yg sangat kuat dalam penilaian kebenaran...
Maka merupakan suatu kenaifan yg sangat besar jika manusia tidak memperhatikan jajaran manusia-manusia paling jujur, berintegritas tertinggi, bermoralitas terbaik yg terpilih sepanjang perjalanan panjang peradaban manusia.. akan pesan dan konsepsi yg disampaikannya...
Dan jika ada satu penjelasan yg sempurna mengenai tujuan segala keberadaan dan arti serta arah berbagai dinamika yg terjadi...maka tidak lain tidak bukan ialah wahyu yg murni utuh menyeluruh dari Sang Pencipta-Pemilik Penguasa Segala Sesuatu-Pemilik plot dinamisnya keadaan, yg diwahyukan kepada jajaran manusia-manusia paling jujur, berintegritas tertinggi, bermoralitas terbaik dlm perjalanan panjang peradaban manusia di berbagai belahan bumi....yaitu Para Nabi dan Rasul...
124.000 ribu Nabi serta 315 Rasul...adanya mereka dalam perjalanan panjang peradaban manusia bukanlah sesuatu yg main-main...bukan tanpa tujuan...
Dengan inti pesan mereka semua yg benar-benar murni tanpa distorsi manipulasi yang sebenarnya satu, yaitu tauhid, tidak kita (manusia) ibadahi, jadikan Tuhan kecuali Dia yg telah menciptakan kita dan seluruh alam…wujud nyata pemurnian ibadah hanya kepada Pencipta kita ialah dengan memperjuangkan tatanan aturan-Nya...dan berhukum dengan tatanan aturan-Nya…
Standar yg satu dari manusia pertama hingga terakhir…
…
Dan kenapa sebenarnya kita semua (seluruh manusia tanpa terkecuali) sangat berkepentingan terhadap hal ini?
Tidak lain tidak bukan ialah karena apapun nilai paradigma perspektif manusia...realita selalu berjalan sesuai dengan wahyu dari Pencipta kita dan seluruh alam..wahyu yg murni , utuh, menyeluruh tanpa distorsi manipulasi tanpa ditutup-tutupi...yg disampaikan oleh jajaran manusia-manusia paling jujur, berintegritas tertinggi, bermoralitas terbaik di sepanjang peradaban manusia (Para Nabi dan Rasul)...
Dikarenakan di masa depan…dalam jangka waktu tak hingga kelak…
..hanya ada 2 keadaan bagi manusia…
Sangat baik atau sangat buruk…
..Akses terhadap segala apa-apa yang diingini hati serta terbebas dari berbagai macam penderitaan lagi dan tentunya bersama dengan mereka yang tersayang yang juga sama-sama tunduk terhadap Penciptanya…
Atau..
..Hancur dan sia-sianya segala pencapaian di dunia, terputusnya segala hubungan baik dengan siapapun, penyesalan, kekecewaan, kesedihan, kesepian dalam penderitaan yang sangat pedih tak bertepi tak terperi…
…
Dan inilah tanpa ditutup-tutupi, wahyu dari Sang Pencipta, yg murni utuh menyeluruh, satu isyarat keterangan dari jajaran manusia-manusia paling jujur (Nabi) terkait gentingnya keadaan di masa generasi kita hidup di dalamnya ini...
Dari dahulu pihak yg menjauhkan manusia dari ketundukan hanya kepada Penciptanya selalu menciptakan tipuan...dan sayangnya generasi kita ini termasuk dalam masa-masa tergelap fitnah (ujian, guncangan, tipuan tipuan, berbagai kampanye hitam) mendekati berakhirnya dunia...
Dan kembali…kenapa kita semua sangat-sangat berkepentingan???
Karena realita akan selalu berjalan sesuai dengan wahyu yg murni utuh menyeluruh...ketetapan dari Sang Pencipta...
Tidak terhentikan oleh berbagai konsepsi yang menyelisihinya atapun kemajuan teknologi peradaban …cukuplah sebagai pembelajaran bagi mereka yg jujur lagi tidak menyombongkan diri akan fakta sejarah sepanjang peradaban manusia akan binasanya berbagai kaum manusia penentang risalah Para Nabi dan pengikut jujurnya, setelah nyata dan jelas permusuhan mereka dan telah melampaui batas, mereka tidak hidup lama dalam kesombongannya untuk kemudian menjadi binasa ditimpa bencana, kemelaratan, penderitaan, bahkan musnah…dan kabar buruknya ialah apa yg menanti setelah kematian mereka di dunia akan jauh lebih buruk bagi para penentang Penciptanya tersebut…
Ya….di masa depan dalam jangka waktu tak hingga...hanya ada 2 macam keadaan bagi manusia…
…sangat baik atau sangat buruk...
Keadaan sangat baik, ampunan dan ridho dari Pencipta manusia serta seluruh alam, kesuksesan sejati, mendapatkan segala yg diingini hati, terbebas dari berbagai penderitaan lagi (setelah di kehidupan dunia mengalami berbagai ujian) hanya bagi manusia yg kembali untuk tunduk pada Penciptanya serta tatanan aturan-Nya...
Sedang kehidupan dunia ini..kehidupan di dunia ini (dengan berbagai dinamika di dalamnya) telah ditetapkan sebagai kehidupan ujian sementara.. Ya..dinamis…bagi tiap-tiap manusia…
Kehidupan dinamis yg benar dan tidak sia-sia ialah sebagaimana pola dinamisnya kehidupan Para Nabi dan pengikut jujurnya terdahulu...karena hanya bagi mereka, kedinamisan hidup mereka yg kembali tunduk kepada Penciptanya...biidznillah...yg pada akhirnya memiliki akses terhadap segala apa yg diingini hati, terbebas dari berbagai penderitaan lagi kelak...Selama-lamanya...
Inilah realita adanya berdasar keterangan apa yg murni utuh menyeluruh dari manusia-manusia paling jujur dlm peradaban manusia tanpa distorsi manipulasi tanpa ditutup-tutupi...
Sunatullah itu selalu berulang dalam pola tertentu...
Dan fakta sejarah itu sedang terulang terjadi…di generasi kita kini...
…
Maka baiknya untuk menyadari sangat seriusnya situasi ini…
Janganlah mau didoktrin dicuci otak oleh pop culture…mass propaganda mainstream media…dajjalic system…materialism…humanism secular dogma…hawa nafsu penuhanan manusia hingga ingkar tidak mau tunduk pada Pencipta manusia itu sendiri…
Sungguh di depan kita ada hari-hari dahsyat…
…
Dan pada dasarnya tiap-tiap diri manusia bertanggungjawab penuh pada keadaan masing-masing dirinya sendiri...
…
Karena ini semua (segala eksistensi, berbagai dinamika serta konsuekensi)…
…Ini semua ialah tentang ketundukan kepada Pencipta segala keberadaan, Allah, satu-satunya yg pantas di-Ilah--kan/diper-Tuhan-kan, tiada sekutu bagi-Nya...hanya Sang Pencipta itu sendiri yang sangat pantas…tiada yg lain...
Sedang manusia
..manusia yg tidak berkuasa mutlak, bahkan terhadap dirinya sendiri...bukanlah tuhan…
..manusia bukanlah tuhan...yg berhak menentukan tatanan aturan...
…
Maka kesempatan terbaik bagi manusia… tunduklah pada Penciptanya…
Di dunia ini dengan berbagai macam latar belakang manusia, terdapat berbagai macam perspektif (cara dan sudut pandang) terhadap hal tersebut dari berbagai nilai paradigma dan arus informasi yg tertanam dan diproses tiap-tiap manusia...
Manusia mengenal sesuatu hal tidak berdasarkan prasangka langsung dirinya sendiri...dari semenjak lahir dimana manusia tidak memiliki pengetahuan apapun hingga beranjak dewasa manusia memiliki pengetahuan berdasar apa yg diperkenalkan oleh pihak lain selain dirinya dan proses berpikir dari apa yg diperkenalkan tersebut...
Setiap konsep yg membentuk nilai-nilai paradigma bagi manusia pasti memiliki sumber asal...
Konsepsi, pemikiran, paham apapun yg tertanam dalam diri manusia memiliki sumber...
Tetapi apakah semua konsep tersebut ialah kebenaran adanya???
Yg artinya konsep tersebut menjelaskan dgn sebenar-sebenarnya hakikat realita yg terjadi...yg dengannya dgn mengikuti konsep tersebut manusia dapat mencapai kesuksesan,dll dalam keadaan yg sebenarnya...tidak hanya untuk sementara waktu...tetapi selama-lamanya...karena konsep yg benar pasti akan berlaku selama-lamanya...
...
Manusia mengenal kejujuran, integritas, moralitas sebagai parameter yg sangat kuat dalam penilaian kebenaran...
Maka merupakan suatu kenaifan yg sangat besar jika manusia tidak memperhatikan jajaran manusia-manusia paling jujur, berintegritas tertinggi, bermoralitas terbaik yg terpilih sepanjang perjalanan panjang peradaban manusia.. akan pesan dan konsepsi yg disampaikannya...
Dan jika ada satu penjelasan yg sempurna mengenai tujuan segala keberadaan dan arti serta arah berbagai dinamika yg terjadi...maka tidak lain tidak bukan ialah wahyu yg murni utuh menyeluruh dari Sang Pencipta-Pemilik Penguasa Segala Sesuatu-Pemilik plot dinamisnya keadaan, yg diwahyukan kepada jajaran manusia-manusia paling jujur, berintegritas tertinggi, bermoralitas terbaik dlm perjalanan panjang peradaban manusia di berbagai belahan bumi....yaitu Para Nabi dan Rasul...
124.000 ribu Nabi serta 315 Rasul...adanya mereka dalam perjalanan panjang peradaban manusia bukanlah sesuatu yg main-main...bukan tanpa tujuan...
Dengan inti pesan mereka semua yg benar-benar murni tanpa distorsi manipulasi yang sebenarnya satu, yaitu tauhid, tidak kita (manusia) ibadahi, jadikan Tuhan kecuali Dia yg telah menciptakan kita dan seluruh alam…wujud nyata pemurnian ibadah hanya kepada Pencipta kita ialah dengan memperjuangkan tatanan aturan-Nya...dan berhukum dengan tatanan aturan-Nya…
Standar yg satu dari manusia pertama hingga terakhir…
…
Dan kenapa sebenarnya kita semua (seluruh manusia tanpa terkecuali) sangat berkepentingan terhadap hal ini?
Tidak lain tidak bukan ialah karena apapun nilai paradigma perspektif manusia...realita selalu berjalan sesuai dengan wahyu dari Pencipta kita dan seluruh alam..wahyu yg murni , utuh, menyeluruh tanpa distorsi manipulasi tanpa ditutup-tutupi...yg disampaikan oleh jajaran manusia-manusia paling jujur, berintegritas tertinggi, bermoralitas terbaik di sepanjang peradaban manusia (Para Nabi dan Rasul)...
Dikarenakan di masa depan…dalam jangka waktu tak hingga kelak…
..hanya ada 2 keadaan bagi manusia…
Sangat baik atau sangat buruk…
..Akses terhadap segala apa-apa yang diingini hati serta terbebas dari berbagai macam penderitaan lagi dan tentunya bersama dengan mereka yang tersayang yang juga sama-sama tunduk terhadap Penciptanya…
Atau..
..Hancur dan sia-sianya segala pencapaian di dunia, terputusnya segala hubungan baik dengan siapapun, penyesalan, kekecewaan, kesedihan, kesepian dalam penderitaan yang sangat pedih tak bertepi tak terperi…
…
Dan inilah tanpa ditutup-tutupi, wahyu dari Sang Pencipta, yg murni utuh menyeluruh, satu isyarat keterangan dari jajaran manusia-manusia paling jujur (Nabi) terkait gentingnya keadaan di masa generasi kita hidup di dalamnya ini...
Dari dahulu pihak yg menjauhkan manusia dari ketundukan hanya kepada Penciptanya selalu menciptakan tipuan...dan sayangnya generasi kita ini termasuk dalam masa-masa tergelap fitnah (ujian, guncangan, tipuan tipuan, berbagai kampanye hitam) mendekati berakhirnya dunia...
Dan kembali…kenapa kita semua sangat-sangat berkepentingan???
Karena realita akan selalu berjalan sesuai dengan wahyu yg murni utuh menyeluruh...ketetapan dari Sang Pencipta...
Tidak terhentikan oleh berbagai konsepsi yang menyelisihinya atapun kemajuan teknologi peradaban …cukuplah sebagai pembelajaran bagi mereka yg jujur lagi tidak menyombongkan diri akan fakta sejarah sepanjang peradaban manusia akan binasanya berbagai kaum manusia penentang risalah Para Nabi dan pengikut jujurnya, setelah nyata dan jelas permusuhan mereka dan telah melampaui batas, mereka tidak hidup lama dalam kesombongannya untuk kemudian menjadi binasa ditimpa bencana, kemelaratan, penderitaan, bahkan musnah…dan kabar buruknya ialah apa yg menanti setelah kematian mereka di dunia akan jauh lebih buruk bagi para penentang Penciptanya tersebut…
Ya….di masa depan dalam jangka waktu tak hingga...hanya ada 2 macam keadaan bagi manusia…
…sangat baik atau sangat buruk...
Keadaan sangat baik, ampunan dan ridho dari Pencipta manusia serta seluruh alam, kesuksesan sejati, mendapatkan segala yg diingini hati, terbebas dari berbagai penderitaan lagi (setelah di kehidupan dunia mengalami berbagai ujian) hanya bagi manusia yg kembali untuk tunduk pada Penciptanya serta tatanan aturan-Nya...
Sedang kehidupan dunia ini..kehidupan di dunia ini (dengan berbagai dinamika di dalamnya) telah ditetapkan sebagai kehidupan ujian sementara.. Ya..dinamis…bagi tiap-tiap manusia…
Kehidupan dinamis yg benar dan tidak sia-sia ialah sebagaimana pola dinamisnya kehidupan Para Nabi dan pengikut jujurnya terdahulu...karena hanya bagi mereka, kedinamisan hidup mereka yg kembali tunduk kepada Penciptanya...biidznillah...yg pada akhirnya memiliki akses terhadap segala apa yg diingini hati, terbebas dari berbagai penderitaan lagi kelak...Selama-lamanya...
Inilah realita adanya berdasar keterangan apa yg murni utuh menyeluruh dari manusia-manusia paling jujur dlm peradaban manusia tanpa distorsi manipulasi tanpa ditutup-tutupi...
Sunatullah itu selalu berulang dalam pola tertentu...
Dan fakta sejarah itu sedang terulang terjadi…di generasi kita kini...
…
Maka baiknya untuk menyadari sangat seriusnya situasi ini…
Janganlah mau didoktrin dicuci otak oleh pop culture…mass propaganda mainstream media…dajjalic system…materialism…humanism secular dogma…hawa nafsu penuhanan manusia hingga ingkar tidak mau tunduk pada Pencipta manusia itu sendiri…
Sungguh di depan kita ada hari-hari dahsyat…
…
Dan pada dasarnya tiap-tiap diri manusia bertanggungjawab penuh pada keadaan masing-masing dirinya sendiri...
…
Karena ini semua (segala eksistensi, berbagai dinamika serta konsuekensi)…
…Ini semua ialah tentang ketundukan kepada Pencipta segala keberadaan, Allah, satu-satunya yg pantas di-Ilah--kan/diper-Tuhan-kan, tiada sekutu bagi-Nya...hanya Sang Pencipta itu sendiri yang sangat pantas…tiada yg lain...
Sedang manusia
..manusia yg tidak berkuasa mutlak, bahkan terhadap dirinya sendiri...bukanlah tuhan…
..manusia bukanlah tuhan...yg berhak menentukan tatanan aturan...
…
Maka kesempatan terbaik bagi manusia… tunduklah pada Penciptanya…