Punch, Majalah Satire Kartun yang Populer di Masanya
Wednesday, November 21, 2018

Ilustrasi Gambar dari Majalah Punch, 1841


Quote:
Majalah mingguan yang sering terbit di inggris tahun 1841, di dirikan oleh Henry Mayhew beserta koleganya Ebenezer Landelles. Majalah ini sangat popular seperti sebuah virus didekade 1840-an hingga 1850-an. Majalah ini berisi ilustrasi kartun berbentuk buku hingga tebal 1200 halaman. Majalah ini memuat tentang humor, satire politik bahkan ilustrasi teknologi masa depan dapat ditemukan di perpustakaan. Majalah ini akhirnya berhenti bereproduksi di tahun 2002.
Majalah Punch, merupakan majalah paling pupuler di inggris ini mewariskan sebuah sejarah dari abad-19 hingga abad-20. Majalah ini bukan majalah berisi essai, yang kadangkala membuat kita bingung dan malas membaca, tapi porsi terbanyak berbentuk kartun ini, menjadikan pembaca akan lebih antusias dengan pesan yang di sampaikan. Ilustrasi gambar yang ingin disampaikan tidak hanya menyoal humor, ada sebuah kepentingan bersama, keprihatinan dan rasa frustasi yang ingin disampikan. Wajar saja majalah yang beridiri hingga 161 tahun ini telah membawa perubahan dengan cara yang unik.
Tingginya tensi politik membuat majalah ini menjadi banyak diterima, karena mengilustrasikan ulang dengan menyisipkan humor dan pengembangan satire .

Ilustrasi cover majalah Punch, edisi Almanack. 1912
Diluncurkan pada tanggal 17 juli 1841, majalah ini terinspirasi oleh makalah dari Paris yang kala itu popular. Ide ini berasal dari seniman Ebenezer Landelles (1808-1860). Landelles penggemar berat majalah Ley Charivari, majalah terbit mingguan karena menyukai ukiran kayu di majalah tersebut. Sehingga idenya membuat majalah serupa untuk memproduksi bakatnya ini di Fleet Street. Selama tahun 1840-an, London Fleet Street adalah sebuah jalan di City of London ini menjadi lokasi sarangnya kegiatan jurnalistik, seniman, dan penerbit. Karya ini menjadi popular dan lebih terkenal ketika Ratu Victoria naik tahta, ketika era baru sebuah kebenaran moral.
Isu awal sebenarnya lebih banyak konten tentang politik daripada gambar. Selama tahun 1840-an majalah Punch ini jauh lebih terkenal dengan tulisannya yang cendrung radikal ketimbang humor dan ilustrasi. Setiap isu yang akan ditampilkan 'Punch's Pencillings' halaman full-page berisi gambar radikal dengan nalar pesan yang ingin disampaikan illustrator dengan subjek berbeda setiap minggunya dan diputuskan oleh komite penulis dan seniman pada pertemuan editorial mingguan.

Dua Ilustrasi dari potongan Majalah Punch, dengan satu halaman penuh disebut 'Punch's Pencillings'. Kiri : A.S. Henning and Ebeneezer Landells, 'No.II: Hercules tearing Theseus from the rock to which he had grown (modernized)', 1841. Kanan : H.G.Hine, 'No. LXXI: Portraits of the Writers and Artists of Punch', 1843
Pada awalnya , majalah ini memiliki illustrator seperti Kenny Meadows (1790-1874), Archiblad Henning (1805-1864), Henry George Hine (1811-1895). Mereka semua itu merupakan pengkritik dengan konten yang ditampilkan lebih beretika, kontennya sebagian besar tidak biasa (unik).

John Leech 'Punch's Pencillings No.XXVI: Jinks trying his own coals', 1842,
Sempat berhebus isu pecahnya majalah ini, tetapi tidak menjadi perhatian serius karena tidak terjadi. Majalah ini bejuang untuk menarik para pembaca dan pada tahun 1842 majalah ini menerbitkan edisi tahunan Punch Almanack. Sebuah keberuntungan ketika menyewa ilustrator John Leech (1817-1864). Dari empat edisi, Leech berkontribusi dalam karyanya ini dalam menentukan tampilan. Selama waktunya di Punch, Leech menghasilkan 3000 gambar dan dalam prosesnya memberikan karya berupa kartun yang dapat kita nikmati saat ini. Prioritas baginya kartun itu gambar simple dengan humor.
Pada pertemuan yang ke-151 tahun 1843 diputuskan untuk tema 'Punch's Pencillings' mingguan yang akan datang pameran desain fresco yang akan dibuka di Westminster. Ketika itu komite dengan ketidaksetujuan dengan kegiatan ini mengkritik yang dianggap pemborosan uang public. Ketika itu Charles Dickens (1812-1870) mengkritik pameran di Westminster ini, bahwa kota tersebut memiliki masalah kemiskinan, kesehatan, kumuh dan pengangguran. Sehingga dianggapnya sebuah kesombongan para politikus dari London, sebagai sarana untuk elit politik untuk kepentingan mereka sendiri.

An illustration from Charles Dickens' A Christmas Carol (1843). It was created by John Leech and shows Scrooge (right) being confronted by the consequences of his greed.
Leech seorang illustrator yang sering dipilih untuk menyampaikan pesan berupa gambar seperti sebuah kegiatan sosial baginya. Ketika menggambarkan sekelompok orang miskin yang mengunjungi pameran gambar orang-orang kaya. Ketika melihat gambar ini ada sebuah pesan yang hanya Leech yang tau, akan maksud setiap gambar yang diterbitkan. Bagi saya pribadi Punch, mengilustrasikan sebuah kritik sosial untuk para politikus, karyanya ini diberikan nama "Cartoon No.1 – Subtancie and Shadow".

John Leech, Cartoon No. 1 – "Substance and Shadow" from Punch (15 July 1843).
Ketika pembaca mengikuti karya Leech hingga menjadi creator yang sukses, tidak mudah baginya menjadi illustrator di majalah Punch. Dalam sebuah wawancara di A History of Punch (1957) mengatakan "at first art was regarded us unimportant compared with the text, […..] it was Leech who made the public look first at the picture". Inilah yang menjadi alasan pembaca membeli majalah tersebut.

John Leech, Cartoon No. 5 – "Capital and Labour" (12 August 1843).
Leech adalah seorang yang sangat berkontribusi besar untuk publikasi Punch, bahkan Leech merasakan jeruji penjara dalam jangka waktu yang tak lama dan tanpa kejelasan hukum atas kesalahannya. Tentu yang membuat karibnya Benjamin Disralie dan keluarga serta sahabatanya kecewa, bahwa Leech hanya mendapatkan 2000 pounds selama satu tahun setelah wafat di tahun 1864.

John Leech, The Ghost of Protection appearing to Mr Disraeli, 1851.
Setelah kematian Leech, publikasi Punch mengalami masalah dan krisis, karena tidak ada ide sejenius Leech. Untunglah ada Charles Keene (1823-1891) yang mampu membuktikan dirinya dan akhirnya majalah ini keluar dari bayang bayang Leech. Ilustrasinya banyak dikagumi pada masa terindah aktif di publikasi Punch. John Tenniel (1820-1914) juga mampu menampilkan karya yang tak kalah jauh dengan Leech, ia dikenal sebagai ilustrator untuk karya Alice's Adventures in Wonderland (1865) dan sesukses Leech sebagai kartunis politik.

Charles Keene's 'Culture for the Working Classes', 1877.

John Tenniel's 'A Family Quarrel', 1861 Source: Yesterday's Papers
Hingga puncaknya majalah Punch pada tahun 1940-an memproduksi ilustrasi 175.000, setelahnya mengalami penurunan yang signifikan salama bertahun-tahun, hingga majalah ditutup pada tahun 1992 setelah 150 tahun publikasi. Selama majalah ini hidup, setiap kritikan atau sindiran tidak dianggap serius, sehingga majalah ini dianggap sebagai raja humor.
Pada awal tahun 1996, pengusaha mesir Mohamed Fayed mengakusisi majalah ini, dan menghidupkan kembali di akhir tahun 1996. Majalah ini malahan menjadi Privat Eye, beberapa mejalah British lainnya. Hingga tahun 2002 majalah ini tidak mendapatkan keuntungan dari publikasi majalah Punch, pada Mei 2002 akhirnya menghentikan publikasi. Press melaporkan total kerugian sejak owner baru Mohamed Fayed, selama akusis sebesar $28 million US (16 milion pound) selama enam tahun publikasi, hanya ada 6000 pelanggan setia.
Terlepas dari sepinya peminat setire humor Punch di masyarakat, sebagai sebuah kritik sosial dan politik, setidaknya telah memainkan peranan penting akan satire dalam perkembangannya di dunia barat. Sebagain satire ini juga berkembang di Eropa, terlihat sebagain sejarah revoluis perancis. Satire adalah sebuah gagasan dengan metode yang cerdas dan efektif dalam bentuk humor. Setiap satire selalu memunculkan gagasan penulis yang dapat diterima oleh pembaca/konsumen dengan berbagai latar belakang ganre penulis dan seniman. Suatu bentuk kebebasan berbicara menyampaikan ide-ide tidak terlalu popular, tetapi mampu menyampikan ilustrasi bentuk humor yang berharga dalam negara demokrasi.
Beberapa publikasi dari tahun ke tahun dapat dibaca disini.
Majalah Punch, merupakan majalah paling pupuler di inggris ini mewariskan sebuah sejarah dari abad-19 hingga abad-20. Majalah ini bukan majalah berisi essai, yang kadangkala membuat kita bingung dan malas membaca, tapi porsi terbanyak berbentuk kartun ini, menjadikan pembaca akan lebih antusias dengan pesan yang di sampaikan. Ilustrasi gambar yang ingin disampaikan tidak hanya menyoal humor, ada sebuah kepentingan bersama, keprihatinan dan rasa frustasi yang ingin disampikan. Wajar saja majalah yang beridiri hingga 161 tahun ini telah membawa perubahan dengan cara yang unik.
Tingginya tensi politik membuat majalah ini menjadi banyak diterima, karena mengilustrasikan ulang dengan menyisipkan humor dan pengembangan satire .
Quote:

Ilustrasi cover majalah Punch, edisi Almanack. 1912
Diluncurkan pada tanggal 17 juli 1841, majalah ini terinspirasi oleh makalah dari Paris yang kala itu popular. Ide ini berasal dari seniman Ebenezer Landelles (1808-1860). Landelles penggemar berat majalah Ley Charivari, majalah terbit mingguan karena menyukai ukiran kayu di majalah tersebut. Sehingga idenya membuat majalah serupa untuk memproduksi bakatnya ini di Fleet Street. Selama tahun 1840-an, London Fleet Street adalah sebuah jalan di City of London ini menjadi lokasi sarangnya kegiatan jurnalistik, seniman, dan penerbit. Karya ini menjadi popular dan lebih terkenal ketika Ratu Victoria naik tahta, ketika era baru sebuah kebenaran moral.
Isu awal sebenarnya lebih banyak konten tentang politik daripada gambar. Selama tahun 1840-an majalah Punch ini jauh lebih terkenal dengan tulisannya yang cendrung radikal ketimbang humor dan ilustrasi. Setiap isu yang akan ditampilkan 'Punch's Pencillings' halaman full-page berisi gambar radikal dengan nalar pesan yang ingin disampaikan illustrator dengan subjek berbeda setiap minggunya dan diputuskan oleh komite penulis dan seniman pada pertemuan editorial mingguan.
Quote:

Dua Ilustrasi dari potongan Majalah Punch, dengan satu halaman penuh disebut 'Punch's Pencillings'. Kiri : A.S. Henning and Ebeneezer Landells, 'No.II: Hercules tearing Theseus from the rock to which he had grown (modernized)', 1841. Kanan : H.G.Hine, 'No. LXXI: Portraits of the Writers and Artists of Punch', 1843
Pada awalnya , majalah ini memiliki illustrator seperti Kenny Meadows (1790-1874), Archiblad Henning (1805-1864), Henry George Hine (1811-1895). Mereka semua itu merupakan pengkritik dengan konten yang ditampilkan lebih beretika, kontennya sebagian besar tidak biasa (unik).
Quote:

John Leech 'Punch's Pencillings No.XXVI: Jinks trying his own coals', 1842,
Sempat berhebus isu pecahnya majalah ini, tetapi tidak menjadi perhatian serius karena tidak terjadi. Majalah ini bejuang untuk menarik para pembaca dan pada tahun 1842 majalah ini menerbitkan edisi tahunan Punch Almanack. Sebuah keberuntungan ketika menyewa ilustrator John Leech (1817-1864). Dari empat edisi, Leech berkontribusi dalam karyanya ini dalam menentukan tampilan. Selama waktunya di Punch, Leech menghasilkan 3000 gambar dan dalam prosesnya memberikan karya berupa kartun yang dapat kita nikmati saat ini. Prioritas baginya kartun itu gambar simple dengan humor.
Pada pertemuan yang ke-151 tahun 1843 diputuskan untuk tema 'Punch's Pencillings' mingguan yang akan datang pameran desain fresco yang akan dibuka di Westminster. Ketika itu komite dengan ketidaksetujuan dengan kegiatan ini mengkritik yang dianggap pemborosan uang public. Ketika itu Charles Dickens (1812-1870) mengkritik pameran di Westminster ini, bahwa kota tersebut memiliki masalah kemiskinan, kesehatan, kumuh dan pengangguran. Sehingga dianggapnya sebuah kesombongan para politikus dari London, sebagai sarana untuk elit politik untuk kepentingan mereka sendiri.
Quote:

An illustration from Charles Dickens' A Christmas Carol (1843). It was created by John Leech and shows Scrooge (right) being confronted by the consequences of his greed.
Leech seorang illustrator yang sering dipilih untuk menyampaikan pesan berupa gambar seperti sebuah kegiatan sosial baginya. Ketika menggambarkan sekelompok orang miskin yang mengunjungi pameran gambar orang-orang kaya. Ketika melihat gambar ini ada sebuah pesan yang hanya Leech yang tau, akan maksud setiap gambar yang diterbitkan. Bagi saya pribadi Punch, mengilustrasikan sebuah kritik sosial untuk para politikus, karyanya ini diberikan nama "Cartoon No.1 – Subtancie and Shadow".
Quote:

John Leech, Cartoon No. 1 – "Substance and Shadow" from Punch (15 July 1843).
Ketika pembaca mengikuti karya Leech hingga menjadi creator yang sukses, tidak mudah baginya menjadi illustrator di majalah Punch. Dalam sebuah wawancara di A History of Punch (1957) mengatakan "at first art was regarded us unimportant compared with the text, […..] it was Leech who made the public look first at the picture". Inilah yang menjadi alasan pembaca membeli majalah tersebut.
Quote:

John Leech, Cartoon No. 5 – "Capital and Labour" (12 August 1843).
Leech adalah seorang yang sangat berkontribusi besar untuk publikasi Punch, bahkan Leech merasakan jeruji penjara dalam jangka waktu yang tak lama dan tanpa kejelasan hukum atas kesalahannya. Tentu yang membuat karibnya Benjamin Disralie dan keluarga serta sahabatanya kecewa, bahwa Leech hanya mendapatkan 2000 pounds selama satu tahun setelah wafat di tahun 1864.
Quote:

John Leech, The Ghost of Protection appearing to Mr Disraeli, 1851.
Setelah kematian Leech, publikasi Punch mengalami masalah dan krisis, karena tidak ada ide sejenius Leech. Untunglah ada Charles Keene (1823-1891) yang mampu membuktikan dirinya dan akhirnya majalah ini keluar dari bayang bayang Leech. Ilustrasinya banyak dikagumi pada masa terindah aktif di publikasi Punch. John Tenniel (1820-1914) juga mampu menampilkan karya yang tak kalah jauh dengan Leech, ia dikenal sebagai ilustrator untuk karya Alice's Adventures in Wonderland (1865) dan sesukses Leech sebagai kartunis politik.
Quote:
Quote:

Charles Keene's 'Culture for the Working Classes', 1877.
Quote:

John Tenniel's 'A Family Quarrel', 1861 Source: Yesterday's Papers
Hingga puncaknya majalah Punch pada tahun 1940-an memproduksi ilustrasi 175.000, setelahnya mengalami penurunan yang signifikan salama bertahun-tahun, hingga majalah ditutup pada tahun 1992 setelah 150 tahun publikasi. Selama majalah ini hidup, setiap kritikan atau sindiran tidak dianggap serius, sehingga majalah ini dianggap sebagai raja humor.
Pada awal tahun 1996, pengusaha mesir Mohamed Fayed mengakusisi majalah ini, dan menghidupkan kembali di akhir tahun 1996. Majalah ini malahan menjadi Privat Eye, beberapa mejalah British lainnya. Hingga tahun 2002 majalah ini tidak mendapatkan keuntungan dari publikasi majalah Punch, pada Mei 2002 akhirnya menghentikan publikasi. Press melaporkan total kerugian sejak owner baru Mohamed Fayed, selama akusis sebesar $28 million US (16 milion pound) selama enam tahun publikasi, hanya ada 6000 pelanggan setia.
Terlepas dari sepinya peminat setire humor Punch di masyarakat, sebagai sebuah kritik sosial dan politik, setidaknya telah memainkan peranan penting akan satire dalam perkembangannya di dunia barat. Sebagain satire ini juga berkembang di Eropa, terlihat sebagain sejarah revoluis perancis. Satire adalah sebuah gagasan dengan metode yang cerdas dan efektif dalam bentuk humor. Setiap satire selalu memunculkan gagasan penulis yang dapat diterima oleh pembaca/konsumen dengan berbagai latar belakang ganre penulis dan seniman. Suatu bentuk kebebasan berbicara menyampaikan ide-ide tidak terlalu popular, tetapi mampu menyampikan ilustrasi bentuk humor yang berharga dalam negara demokrasi.
Beberapa publikasi dari tahun ke tahun dapat dibaca disini.
Quote:
Quote:
????Kunjungi Thread Ane Lainnya????
5 Kontroversi Mohammed bin Salman yang Gegerkan Masyarakat Timur Tengah
Vonis Mati untuk Google Plus, Proyek Mercusuar Google Sejak 2011
Yang Perlu Diketahui Soal Hadiah Rp200 Juta Bagi Pelapor Korupsi
Quote:

