Siapa sih yang tidak mengenal Freeport? Semua orang dipenjuru negeri ini pasti mengenal perusahaan tambang asal Amerika tersebut. Negeri kita yang kaya akan sumber daya alamnya terutama di wilayahTimika yang dinyatakan sebagai tambang emas terbesar di dunia. Namun kekayaan alam tersebut tetap tidak menjamin rakyat Timika kaya raya, kemiskinan pun masih banyak disana. Yang menjadi pertanyaan kita, siapa sih yang menikmati hasil sumber daya dari Timika tersebut? mungkin cuman Tuhan yang tau ya, menjadi bahaya jika rakyat biasa seperti kita mengetahui rahasia besar tersebut.
Kembali mengenai perusahaan Freeport guys, perusahaan ini sudah sejak lama berada di kabupaten Timika tepatnya 1967 didirikan. Terhitung sudah 51 tahun Freeport Indonesia berhasil mengeruk habis emas, perak dan tembaga. Namun seperti saya katakan sebelumnya angka 51 tahun hanya seperti angin lalu bagi masyarakat disana. Ternyata Freeport Indonesia pada mulanya tidak pernah mengolah biji mineral di dalam negeri karena itulah pendapatan negera pun menjadi tidak optimal. Melalui undang-undang No. 4/2009 tentang pertambangan mineral dan batu bara (UU Minerba) yang mewajibkan perusahaan tambang untuk membangun smelter, pengolahan bahan mentah tambang menjadi bahan jadi.
Spoiler for Pertama:
1. Menyisakan lubang raksasa
Image : mining.co
Tidak dapat dipungkiri bahwa kegiatan tambang menambang selalu berdampak terhadap lingkungan sekitar. Freeport Indonesia yang sudah didirikan sejak 1967 pun tidak luput dari permasalahan isu lingkungan tersebut. Lubang tersebut memiliki diameter 2,5 kilometer yang meliputi luas 499 ha, dengan kedalaman 800m. Tapi apa mau dikata, nasi sudah terlanjur menjadi bubur.
Spoiler for Kedua:
2. Tergiur untuk menguasai tambang grasberg
Image : mining.co
Tambang Grasberg yang menjadi lokasi tembang terbesar di Dunia ini membuat Freeport tergiur untuk terus menguasainya. Cadangan emas, perak dan tembaga yang melimpah sudah tidak dapat dipungkiri lagi. Demi menguasai cadangan mineral tersebut Freeport mengalokasikan dana sebesar US$ 17, 3 miliar yang digunakan untuk mengembangkan penambangan bawah tanah US $15 miliar dan pembangunan smelter US $2.3 miliar. Tidak dapat dibayangkan jika kita ubah ke kurs Rupiah, utang negara pun bisa lunas.
Spoiler for Ketiga:
3. Kedalaman grasberg mengalahkan tingginya Burj Khalifa
Image : Pixebay
Gresberg yang dijuluki sebagai tambang terbesar di dunia bukan sekedar isapan jempol belaka. Burj Khalifa yang terletak di Uni Emirat Arab dijuluki sebagai gedung tertinggi di dunia dengan tingga 828 meter namun tinggi tersebut tidak ada apa apanya dibandingkan kedalaman lubang di tambang Grasberg. Grasberg memiliki luas kedalaman melebihi 230 km persegi dengan kedalaman lubang yang diperkirakan melebihi 1000 meter. Ayo kita bandingkan dengan gedung tertinggi di dunia saat ini.
Spoiler for Keempat:
4. Awalnya Freeport Hanya Menambang Tembaga
Image : wisdomseekerindonesia
Pada awalnya Freeport datang hanya untuk menambang tembaga saja namun pada tahun 2005 Freeport baru mengakuinya. Entah sudah berapa puluh tahun Freeport membohongi negeri kita ini. 60% pendapatan Freeport berasal dari sektor pertambangan, bisa kita bayangkan berapa ribu ton emas yang sudah diambil dari sana.
Spoiler for Kelima:
5. Pernah Mengalami Banjir dan Longsor
Image : liputan6
Sesuai dengan hukum Newton ketiga yaitu sebab dan akibat, tahun 2017 sempat terjadi longsor dan banjir di kawasan tambang Freeport Indonesia di Tembagapura yang diakibatkan kegiatan tambang disana. Selain menyebabkan longsor banjir tersebut menyebabkan kebakaran. Salah satu power plant Freeport terbakar setelah terhantam batu besar akibar longsor.
Spoiler for Keenam:
6. Matinya Tiga Sungai Sekitar Area Tambang
Image : Vibizmedia
Tidak dapat dihindari lagi kegiatan tambang tersebut pasti berdampak luas terhadap lingkungan dan ekosistem sekitar area tambang. Matinya sungai Aijkwa, Aghawagon dan Otomona diakibatkan oleh tumpukan batuan limbag tambang dan tailing yang ditotal mencapai 800.000 ton dan matinya ekosistem disana tidak dapat dipungkuri lagi.
Demikian beberapa fakta mengenai perusahaan Freeport Indonesia, sudah tidak dapat terhitung berapa jumlah keuntungan yang didapatkan perusahaan tersebut atas tambang di Papua. Entah berapa kerugian yang diakibatkan negera kita akibat kegiatan Freeport tersebut. Namun, 13 Juli 2018 akhirnya Indonesia mampu menguasai 51% saham Freeport. Indonesia melalu PT. Inalum menggelontorkan dana sebesar Rp. 53 triliun untuk mengakuisis Freeport. Tapi ini baru awal bagi Indonesia untuk dapat menguasai seluruh tambang Grasberg disana, Indoensia pun sementara ini harus bekerja sama dengan Freeport untuk mengoperasionalkannya.
Quote:
Semoga kedepannya rakyat juga merasakan buah kerja keras pemerintah demi mengakuisisi tambang Freeport. Demikian tulisan dan harapan saya buat demi :ultahhoreIndonesia sejahtera :ultahhore