Kamu Lupa Rasanya Bahagia? Mungkin Inilah Alasannya!
Thursday, July 19, 2018
[img] [/img]

Siapa yang tidak ingin bahagia? Semua orang pasti mendambakan kebahagiaan. Namun apalah daya, hidup tidak sesederhana raga dan nyawa, semua jenis rasa pun ikut serta mewarnai harimu.
Jika kamu sering kehilangan rasa 'bahagia' di hidupmu, mungkin salah satu dari 6 hal berikut adalah penyebabnya.
1. Tidak Pernah Merasa Puas

Merasa kurang dan kurang adalah hakikat dari seorang manusia. Mudah merasa puas dan membanggakan diri memang perilaku yang salah. Namun, tidak pernah merasa puas juga adalah hal yang salah. Mengapa demikian? Jawabannya sederhana, 'kita butuh bahagia'.
Sesekali lepaskan angan yang terlalu berat untuk dipikul, bebaskan dan berjalan dengan santai. Setiap manusia mempunyai tujuan hidup, karena fungsi hidup adalah mencapai tujuan, dan tujuan adalah hal yang harus digapai selagi hidup, bukankah begitu?
Jika kamu merasa tidak pernah bahagia, ingatlah lagi, mungkin kamu melupakan rasanya. Jangan terlalu terobsesi dengan tujuan yang tak kunjung tercapai, bersyukur sejenak, dan lanjutkan langkahmu dengan perlahan. Jika kamu sudah berhasil menggapai sesuatu namun kamu merasa tidak puas dengan hasilmu, mungkin kamu tidak mensyukurinya. Nikmatilah hal-hal yang sederhana, seperti senyuman manis yang terukir di bibirmu. Kau patut bahagia.
2. Kecewa Berkepanjangan
Sebuah kegagalan adalah hal yang paling dihindari oleh setiap manusia. Namun, semua manusia pasti pernah mengalami kegagalan, baik itu gagal dalam hubungan percintaan, pekerjaan, pendidikan, dan lain-lain. Jika kamu tidak pernah gagal, mungkin kamu tidak pernah berhasil. Gagal dan kecewa adalah dua hal yang tidak bisa dipisahkan, jika kamu mengalami kegagalan dipastikan kamu kecewa. Rasa kecewa adalah hal yang lumrah dirasakan oleh setiap orang dan itu sangat wajar. Namun, apakah kecewa bisa merekatkan kembali sebuah hasil yang telah hancur? Tentu tidak. Mencoba kembali adalah langkah yang tepat untuk memperbaiki kemungkinan dari sebuah hasil. Jadi, untuk apa kecewa terlalu lama? Kecewa yang berlebihan hanya akan membuang waktumu.
3. Merasa Iri
Setiap manusia diciptakan berbeda, tidak ada yang sama sekalipun manusia yang terlahir kembar identik. Definisi bahagia antara kamu dengan yang lain pun tentu berbeda. Jika kamu merasa temanmu lebih beruntung daripada kamu, mungkin kamu tidak mengetahui sisi unggul dari dirimu sendiri. Kuncinya, tidak perlu membandingkan apa yang kamu miliki dengan apa yang dimiliki orang lain. Nikmati sekecil apapun yang ada pada dirimu, karena belum tentu orang lain seberuntung dirimu.
4. Terlalu Mencemaskan Hari Esok
Terlalu mencemaskan sesuatu yang belum tentu terjadi adalah hal yang sia-sia. Kamu hanya perlu menjalani hari ini dengan semestinya dan berjuang untuk hari esok. Hapus prediksi buruk yang mengganjal di pikiranmu. Hal yang selalu kamu takutkan belum tentu terjadi, kan?
5. Sulit Mengikhlaskan
Kamu merasa hidupmu paling berat? Kamu hanya perlu ikhlas menerima semuanya. Jika kamu merasa disakiti dan dikhianati oleh seseorang yang kamu cintai, maafkanlah. Tidak perlu ada hutang yang kamu buat sendiri, lepaskan dan ikhlaskan. Memaafkannya bukan berarti kamu harus mencintainya lagi, kamu hanya perlu melupakannya, melupakan dia dan semua rasa. Begitupun dengan kesulitan yang selalu menimpamu, tidak ada gunanya kamu mempermasalahkan hal yang sudah terjadi, kamu hanya perlu menunggu datangnya kebahagiaan setelah berlalunya kesulitan.
6. Menjauhi/Melupakan Tuhan
Ini adalah inti dan sumber dari setiap masalahmu. Ya, menjauhi Tuhan. Kamu merasa berkecukupan harta, urusan selalu lancar, namun hatimu tidak kunjung tenang, mungkin ini penyebabnya, melupakan Tuhanmu. Karena Tuhan yang menciptakan ketenangan dan ketenteraman di hatimu, maka jika kamu melupakanNya, kamu pasti tahu apa yang akan terjadi.
Sebenarnya, kunci dari kebahagiaan adalah bersyukur. Ya, sesederhana mensyukuri hidup yang telah berlangsung sejauh ini. :1thumbup
Jika kamu sering kehilangan rasa 'bahagia' di hidupmu, mungkin salah satu dari 6 hal berikut adalah penyebabnya.
1. Tidak Pernah Merasa Puas

Merasa kurang dan kurang adalah hakikat dari seorang manusia. Mudah merasa puas dan membanggakan diri memang perilaku yang salah. Namun, tidak pernah merasa puas juga adalah hal yang salah. Mengapa demikian? Jawabannya sederhana, 'kita butuh bahagia'.
Sesekali lepaskan angan yang terlalu berat untuk dipikul, bebaskan dan berjalan dengan santai. Setiap manusia mempunyai tujuan hidup, karena fungsi hidup adalah mencapai tujuan, dan tujuan adalah hal yang harus digapai selagi hidup, bukankah begitu?
Jika kamu merasa tidak pernah bahagia, ingatlah lagi, mungkin kamu melupakan rasanya. Jangan terlalu terobsesi dengan tujuan yang tak kunjung tercapai, bersyukur sejenak, dan lanjutkan langkahmu dengan perlahan. Jika kamu sudah berhasil menggapai sesuatu namun kamu merasa tidak puas dengan hasilmu, mungkin kamu tidak mensyukurinya. Nikmatilah hal-hal yang sederhana, seperti senyuman manis yang terukir di bibirmu. Kau patut bahagia.
2. Kecewa Berkepanjangan

Sebuah kegagalan adalah hal yang paling dihindari oleh setiap manusia. Namun, semua manusia pasti pernah mengalami kegagalan, baik itu gagal dalam hubungan percintaan, pekerjaan, pendidikan, dan lain-lain. Jika kamu tidak pernah gagal, mungkin kamu tidak pernah berhasil. Gagal dan kecewa adalah dua hal yang tidak bisa dipisahkan, jika kamu mengalami kegagalan dipastikan kamu kecewa. Rasa kecewa adalah hal yang lumrah dirasakan oleh setiap orang dan itu sangat wajar. Namun, apakah kecewa bisa merekatkan kembali sebuah hasil yang telah hancur? Tentu tidak. Mencoba kembali adalah langkah yang tepat untuk memperbaiki kemungkinan dari sebuah hasil. Jadi, untuk apa kecewa terlalu lama? Kecewa yang berlebihan hanya akan membuang waktumu.
3. Merasa Iri

Setiap manusia diciptakan berbeda, tidak ada yang sama sekalipun manusia yang terlahir kembar identik. Definisi bahagia antara kamu dengan yang lain pun tentu berbeda. Jika kamu merasa temanmu lebih beruntung daripada kamu, mungkin kamu tidak mengetahui sisi unggul dari dirimu sendiri. Kuncinya, tidak perlu membandingkan apa yang kamu miliki dengan apa yang dimiliki orang lain. Nikmati sekecil apapun yang ada pada dirimu, karena belum tentu orang lain seberuntung dirimu.
4. Terlalu Mencemaskan Hari Esok

Terlalu mencemaskan sesuatu yang belum tentu terjadi adalah hal yang sia-sia. Kamu hanya perlu menjalani hari ini dengan semestinya dan berjuang untuk hari esok. Hapus prediksi buruk yang mengganjal di pikiranmu. Hal yang selalu kamu takutkan belum tentu terjadi, kan?
5. Sulit Mengikhlaskan

Kamu merasa hidupmu paling berat? Kamu hanya perlu ikhlas menerima semuanya. Jika kamu merasa disakiti dan dikhianati oleh seseorang yang kamu cintai, maafkanlah. Tidak perlu ada hutang yang kamu buat sendiri, lepaskan dan ikhlaskan. Memaafkannya bukan berarti kamu harus mencintainya lagi, kamu hanya perlu melupakannya, melupakan dia dan semua rasa. Begitupun dengan kesulitan yang selalu menimpamu, tidak ada gunanya kamu mempermasalahkan hal yang sudah terjadi, kamu hanya perlu menunggu datangnya kebahagiaan setelah berlalunya kesulitan.
6. Menjauhi/Melupakan Tuhan

Ini adalah inti dan sumber dari setiap masalahmu. Ya, menjauhi Tuhan. Kamu merasa berkecukupan harta, urusan selalu lancar, namun hatimu tidak kunjung tenang, mungkin ini penyebabnya, melupakan Tuhanmu. Karena Tuhan yang menciptakan ketenangan dan ketenteraman di hatimu, maka jika kamu melupakanNya, kamu pasti tahu apa yang akan terjadi.
Sebenarnya, kunci dari kebahagiaan adalah bersyukur. Ya, sesederhana mensyukuri hidup yang telah berlangsung sejauh ini. :1thumbup