Tuesday, July 17, 2018

Miami Cannibal Attack









Pada tanggal 26 Mei 2012, Rudy Eugene berkendara dari Miami Beach menuju Urban Week. Mobil miliknya yang berjenis Chevrolet Caprice yang dihiasi bendera Haiti, berhenti secara tiba-tiba. Setelah menghabiskan 30-40 menit, Eugene memutuskan untuk meninggalkan mobilnya tersebut pada siang hari dan mulai berjalan sejauh 3 mil disepanjang MacArthur Causeway.



Menurut saksi mata, Eugene juga menanggalkan pakaiannya dan membuang surat ijin mengemudi miliknya. Mobilnya sendiri ditemukan oleh petugas Miami Beach Police dan diderek. Didalam mobilnya terdapat sebuah Alkitab dan 5 buah botol air kosong yang diyakini baru saja diminum.

Sekitar jam 1.55 siang, Eugene sempat bertemu dengan Ronald Poppo yang berumur 65 tahun. Saat itu, Poppo telah berbaring di bawah jembatan penggerak orang-orang Metromover ketika Eugene mulai memukulinya, melepaskan celananya, dan menggigit wajahnya.

Spoiler for :


Serangan tersebut terjadi diujung barat MacArthur Causeway, dekat dengan kantor pusat The Miami Herald dan berada dilingkungan Downtown Miami. Saat serangan berlangsung, Eugene dan Poppo diduga tidak saling mengenal satu sama lain. Namun ternyata, pada bulan Juli diketahui bahwa Eugene pernah bertemu dengan Poppo ketika dia bekerja di homeless community di Miami.

Seorang pengendara sepeda yang bernama Larry Vega, melihat kejadian tersebut dan segera menghubungi polisi. Ketika polisi datang, opsir Jose Ramirez langsung memberi peringatan terhadap Eugene untuk menghentikan penyerangan yang dilakukannya. Eugene justru hanya menggeram dan kembali menggigit bagian wajah Poppo.

Merasa peringatannya tidak dihiraukan, Ramirez kemudian menembak Eugene satu kali. Namun tembakan tersebut tidak efektif dan Ramirez kembali menembakkan empat butir peluru yang langsung membuat Eugene tewas. Serangan yang berlangsung selama 18 menit tersebut berakhir pada jam 2.13 siang.

Spoiler for :




Spoiler for :


Poppo kemudian dilarikan ke rumah sakit Jackson Memorial Hospital dalam kondisi yang kritis karena sekitar 75-80% bagian wajahnya rusak. Dia kehilangan alis, hidung, dahi, pipi, dan kedua matanya hingga dia mengalami kebutaan. Oleh karena itu, Poppo menjalani serangkaian operasi untuk memperbaiki kerusakan wajahnya. Dan biaya operasi yang menghabiskan biaya sebanyak $100 ribu lebih itu didapat dari penggalangan dana yang dikumpulkan sejak tanggal 17 Juli 2012.



Menurut pengakuan Poppo, dia memang mengenal Eugene. Saat itu, Eugene mendekatinya dengan sopan, namun dia mengeluhkan bahwa dia tidak bisa mencorat coret di pantai dan berbicara tentang "menghabiskan sesuatu". Kemudian dia juga mulai berbicara tentang bagaimana mereka berdua akan mati dan menuduh Poppo bahwa dia telah mencuri Alkitab milik Eugene. Dan secara tiba-tiba, Eugene menyerang dan mencekiknya, serta kemudian mencungkil matanya.

Setelah menjalani rehabilitasi, Poppo menghabiskan sejumlah uang untuk makan, mandi, bercukur, dan mendandani dirinya sendiri. Bahkan dia mendapatkan ijin untuk tinggal difasilitas rumah sakit tanpa batasan waktu.



Poppo sendiri diketahui lahir dan besar di Brooklyn, New York, dan bahkan dia sempat mengenyam pendidikan di Stuyvesant High School yang merupakan sekolah bergengsi di Manhattan. Setelah dropped out dari sebuah kampus lokal pada tahun 1966, tanpa sebab yang jelas, Poppo menjadi gelandangan sejak tahun 1976.

Keluarganya mengaku tidak mengetahui kabar tentang dirinya selama 30 tahun, bahkan mereka mengira bahwa Poppo sudah meninggal karena melakukan bunuh diri. Namun setelah berita penyerangan yang dialaminya tersebar, pihak keluarga cukup terkejut bahwa ternyata Poppo masih hidup.



Berdasarkan hasil otopsi yang dilakukan, dalam perut Eugene tidak ditemukan sedikit pun daging dari bagian tubuh manusia. Namun, sejumlah pil yang belum diidentifikasi jenisnya justru berada didalam perutnya. Menurut juru bicara pihak kepolisian Miami, mereka berspekulasi bahwa pil tersebut merupakan sejenis obat sintetis yang memicu kegilaan yang muncul pada diri Eugene secara tiba-tiba, dan obat sintetis tersebut dinamakan bath salts.

Bahkan seorang toxicologist yang bernama Barry Logan, dia mengatakan bahwa perilaku yang dimiliki Eugene sesuai dengan yang efek yang ditimbulkan oleh obat-obatan bath salts tersebut.

Sebagian orang memang sering menghubungkan bath salts dengan aksi kanibalisme. Namun pada kenyataannya, para ilmuwan yang melakukan otopsi, juga tidak menemukan adanya bath salts tersebut. Bahkan bukti pil yang ada didalam perut Eugene memiliki efek yang lebih kuat yang mampu menyebabkan seseorang memiliki keinginan untuk mengkonsumsi daging manusia.





Menurut catatan polisi, Eugene pernah ditangkap delapan kali sejak dia berumur 16 tahun. Dia ditangkap untuk pertama kalinya pada tahun 1997 karena penyerangan yang dilakukannya. Dan sebagian besar penangkapan yang dilakukan terhadapnya, berhubungan dengan marijuana. Pada tanggal 25 Februari 2004, dia menghancurkan seisi rumah dan sempat mengancam ibunya bahwa dia akan mengacungkan senjata padanya dan membunuhnya.

Eugene merupakan keturunan Haiti yang lahir dari orangtua imigran dan mereka bercerai beberapa bulan setelah Eugene lahir. Oleh karena itu, dia tidak pernah berkomunikasi dengan ayahnya yang diketahui meninggal setelah dia berumur enam tahun.

Setelah lulus sekolah, Eugene sempat memiliki beberapa pekerjaan dan sempat menikah selama tiga tahun sejak tahun 2005 hingga 2008. Istri Eugene melayangkan gugatan cerai karena dia mengalami kekerasan dalam rumah tangga mereka.



Sekian thread dari ane, dan terima kasih.

sumber 1
sumber 2