Salut! Meski Patah Tulang, Pelari Estafet Ini Tetap berlari!

Kamu tentu masih inget gimana perjuangan Anthony Sinisuka Ginting ketika bertanding dalam bulutangkis beregu di Asian Games 2018. Di pertandingan melawan Shi Yuqi, Ginting mengalami cedera di bagian kakinya sehingga seharusnya dia sudah tidak bisa bertanding lagi dan harus mendapatkan perawatan medis segera. Namun, Ginting menyadari kalau dia sedang mengemban tugas negara, dan bukan berjuang untuk dirinya sendiri. Karena itu dia berjuang sampai titik darah penghabisan dan melampaui batas dirinya. Perjuangan Ginting ini mirip dengan apa yang dilakukan oleh atlet lari estafet maraton asal Jepang yang bernama Rei Lida ini.


Pelari yang berusia 19 tahun ini menunjukkan perjuangan kerasnya mencapai checkpoint meski berada dalam kondisi cedera parah, yaitu kakinya mengalami retak tulang. Mulanya adalah ketika Rei sedang berlari menuju checkpoint untuk menyerahkan seikat kain kepada temannya, dia tiba-tiba terpeleset sehingga kakinya terkilir dan mengalami cedera. Karena kaki adalah aset berharga bagi pelari, biasanya ketika kaki sudah cedera, maka atlet akan memilih untuk tidak melanjutkan pertandingan dan meminta bantuan tim medis. Namun, berbeda dengan apa yang dilakukan oleh Rei. Dia terus berusaha menuju checkpoint dengan merangkak.
Perjuangan Rei yang tidak kenal lelah sampai titik darah penghabisan ini membuat publik Jepang menjadi salut. Mereka memuji pendirian Rei dan juga mengapresiasi apa yang sudah dilakukannya di tengah-tengah kondisi cedera. Kalau kejadian ini terjadi kepadamu, apakah kamu akan berbuat sama seperti Rei, atau malah langsung minta ditolong oleh tim medis?


source

Related Posts

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel