Pernahkah kalian berdoa? Seberapa sering kalian berdoa? Apakah dari doa yang kalian panjatkan sudah terkabul atau belum?
Sebenarnya itu adalah pertanyaan-pertanyaan yang sering kita dengar dan bahkan dari dalam diri kita pribadi juga sering timbul pertanyaan itu. Terkadang kita sering lupa bahwa Allah memberikan apa yang kita butuhkan, bukan apa yang kita inginkan. Inti dari berdoa itu adalah seberapa kita butuhnya dari apa yang kita panjatkan kepada Allah Yang Maha Kuasa, ingat ya bukan apa yang kita inginkan. Bahkan ada orang yang rajin beribadah seperti shalat lima waktu tetapi dari seluruh doa-doa nya belum ada yang terkabulkan oleh Allah.
Jika sudah seperti itu maka saatnya kita harus interospeksi diri kita, apakah ada yang salah dalam mengucapkan doa nya atau ataukah kita nya masih belum iklas dalam beribadah dan berdoa. Mungkin faktor kepasrahan dan keiklasan dalam beribadah lah yang mengakibatkan doa-doa kita belum terkabulkan, dan mungkin doa yang dipanjatkan itu bukanlah yang kalian butuhkan. Keinginan dan kebutuhan itu memang beda tipis.
Pernahkah kalian berucap dan tiba-tiba terjadi, seperti pada saat kalian sangat lapar dan dirumah tidak ada makanan yang bisa dimakan lalu kalian berucap:
"Ya Allah seandainya saja ada orang yang mau memberikan makanan". Dan tidak lama setelah mengucapkan kalimat itu, maka datanglah seorang teman yang datang memberikan bungkusan isinya makanan. Seorang teman itu baru saja menghadiri acara selamatan dirumah kerabatnya, yang biasanya setelah selesai acara tersebut para tamu yang datang diberikan bungkusan makanan oleh tuan rumahnya.
Itu hanya salah satu contoh ketika hal yang tidak disengaja lalu menjadi kenyataan dan seperti sebuah keajaiban. Sebenarnya kita bisa saja menciptakan keajaiban secara sengaja. Bagaimana caranya? Kita harus mengetahui terlebih dahulu:
1. Kita harus percaya dan meyakini dengan keberadaan Allah.
2. Pada dasarnya manusia adalah mahluk ciptaan Allah yang paling sempurna.
3. Apa yang kita ucapkan dari mulut harus singkron dengan kata hati dan pikiran kita.
4. Pasrahkan diri kita dan iklaskan doa yang kita panjatkan kepada Allah.
Dari keempat poin tersebut diatas biasa nya hal yang paling sulit dilakukan adalah poin ketiga dan keempat, yang khusus nya tentang keiklasan dalam beribadah dan berdoa. Meskipun selalu tepat waktu dalam melaksanakan shalat lima waktu. Cobalah untuk tidak berharap pahala dan surga, karena surga - neraka dan pahala - dosa adalah hak nya Allah. Lakukanlah tanpa berharap apapun, Insya Allah akan terjadi.
Berhati-hatilah juga dalam berucap kepada orang lain, yang artinya jangan pernah berucap hal yang tidak baik itu akan menjadi bumerang bagi kalian karena omongan adalah doa. Misalkan:
"Saya sumpahin orang itu akan susah tujuh turunan", lalu omongan kalian didengar, dicatat oleh Malaikat dan di "aamiin" kan oleh Malaikat dan juga berkata "doa yang sama untuk diri mu". Jika sudah seperti itu akan menjadi bumerang bagi anda. Mungkin orang yang kalian tuju akan susah hidupnya tujuh turunan dan kalianpun juga akan seperti orang tersebut.
Biasanya hal itu bisa terjadi karena ada orang lain yang menyakiti, menghina, membuat emosi diri kita. Alangkah baiknya jika kita disakiti, dihina dan dibuat emosi oleh orang lain, kita harus istighfar, memohon maaf dan ampunan kepada Allah. Setelah hati kita sudah tidak emosi lalu doa kanlah orang tersebut, seperti:
"Ya Allah, ampunilah dosa-dosa orang tersebut dan berikanlah hidayahmu". Jika di "aamiin" kan dan dikembalikan doa yang sama oleh Malaikat, maka itu akan menjadi kebaikan bagi diri kita juga.
Mulai saat ini biasakanlah selalu mengucap hal yang baik, selalu berbuat kebaikan tanpa harus memilih-milih, selalu pasrahkan diri kita bagaimanapun keadaannya dan harus bisa iklas apapun yang terjadi. Jangan pernah lelah dalam berusaha dan beribadah, semoga kita semua selalu diberikan kesehatan dan berada dalam perlindungan Allah.
Wassalamu 'alaikum wa rahmatullah wa barakatuh