http://bit.ly/2X0nkQo...
http://bit.ly/2X0nkQo
Ok sejauh ini dari sampai 22 mei
Segala upaya pemerintah untuk mencegah terjadinya kerusuhan besar dan mengakibatkan ekonomi indonesia melemah dari segala bidang. Dan mencegah terjadinya kembali kasus hitam pada tahun 1998.
Dengan kemajuan teknologi serta pola pikir bidang keamanan ditambah tunduknya beberapa media massa serta strategi informasi yg di dapat dari intlijen yg tersebar.
Membuat ane jadi menganalisa pemberitaan" dan pola bahasa serta pola kata dari tokoh elit maupun pejabat yg di informasikan melalui media apapun .
Semua mengarah satu tujuan yaitu CIPTA KONDUSIF PASCA PEMILU
Berikut dari analisa ane .
1. Teroris terciduk
Ane tidak tau dan tidak mengerti benar tidaknya akan berita ini. Pendapat ane berita ini diciptakan untuk memberi rasa takut masyarakat/massa akan keselamatan dirinya jikalau ikut gabung dengan massa aksi 22 mei yg diberitakan bahwa akan ada bom ditengah massa yang berorasi. Hasilny massa yg turun akan berkurang...
2. Ditahannya beberapa orang terindikasi makar
Dalam dunia intelijen yg ane simpulkan sendiri . Ada bahasan kategori tiap manusia pada pola bicaranya ada yg membangkitkan rasa juang para pendengar untuk melakukan hal yg di inginkan pembicara . Jadi Dengan melakukan penahanan pembicara ini ,menyeret opini pengikut ny menjadi tak terbentuk bisa dibilang: MENGGAGALKAN MISI LAWAN
Impact ny para pengikut kehilangan arah ,dan lagi tujuannya massa kembali berkurang aksi 22.
3. hold Akses Medsos & wa
Upaya pemerintah memulai duluan untuk membatasi atau memutuskan sistem komunikasi yg dapat menyebabkan wilayah" indonesia terprovokasi dengan beritaberita aksi 22 dijakarta yg di uplod dari user ke medsos .menyebabkan kehilangan informasi yg sebenarny terjadi dan mengindari ucapanucapan para individu dalam video yg di uploud medsos yg kebanyakan mengarah pola ajakan bergabung aksi 22 ini pada wilayah masing" pengguna medsos dan wa.
4. ......
Sisanya isi sendiri pendapat dan analisa kalian
Kemarin 22:07Beri apresiasi terhadap thread ini Gan!