Kisah Lalu Muhammad Zohri sedang hangat-hangatnya diperbincangkan. Atlet muda ini berhasil mengharumkan Indonesia diajang dunia pada ajang U-20 untuk nomor 100 meter putra di Finlandia. Tak heran, nama Zohri kian melejit dengan banyaknya pemberitaan media mengenai dirinya. Bantuan? Nama Zohri pun kian viral berbanding lurus dengan banyaknya bantuan yang dia dapatkan. Mulai dari presiden Jokowi, pengacara kondang Hotman Paris, Kementrian dalam negeri, dan berbagai pihak dalam negeri. Masa depan Zohri pun kian cerah, setelah mendapatkan kemudahan masuk TNI tanpa melalu tes. Image : Jejakrekam
Namun kisah viral dari Lalu Muhammad Zohri berbanding terbalik dengan nasib Fauzan Noor. Karate muda ini berhasil memenangkan karate tradisional tingkat dunia (WASO World Championship) pada 29 Desember 2017 lalu di Praha, Ceko. Fauzan pun merasa tidak dihargai oleh pemerintah atas prestasi yang pernah didapatkanya tersebut.
Quote:
1. Gagal masuk polisi
Image : Pixebay Kontras dengan nasib masa depan Lalu Muhammad Zohri yang kian cerah, nasib Fauzan masih mengambang. Sempat mendaftar polisi sesaat setelah pulang dari Ceko namun sayang seribu sayang lamaranya pun ditolak. Selain mendaftar polisi, Fauzan tidak menyerah kembali ia mencoba peruntungan mendaftar satpol PP Banjarmasin. Namun kembali Fauzan mengalami kegagalan. Hmm kembali kita ungkit masalah Zohri mendapatkan kemudahan untuk masuk TNI tapi Fauzan? sama-sama juara dunia pedahal.
Quote:
2. Terkendala biaya berangkat ke Ceko
Image : Pixebay Mungkin ini selalu menjadi kendala yang terus dikeluhkan oleh para atlet, Fauzan pun merasakannya. Kurangnya perhatian pemerintah setempat, namun tidak menyurutkan semangatnya untuk pergi ke Ceko. Pada akhirnya, Fauzan mendapatkan bantuan dari berbagai pihak salah satunya, Korda Federasi Karate Tradisional Indonesia Kalimantan Selatan.
Quote:
3. Mendapatkan bantuan dari pihak WASO langsung
Image : Pixebay Mendengar kendala Fauzan, pihak WASO pun tidak tinggal diam untuk membantunya. Fauzan pun mendapatkan kemudahan pembuatan visa, menyediakan fasilitas istirahat. Namun kembali, dewi Fortuna tidak memihak Fauzan. Segala fasilitas yang diberikan pihak WASO harus DIBAYAR kembali setelah kejuaraan selesai.
Quote:
4. Membawa ikan asin, mie instan dan kacang rebus
Image : Pexels Demi menghemat biaya pengeluaran Fauzan di Ceko, ia sampai harus membawa ikan asin, mie instan dan kacang rebus untuk makan disana. Dia sadar harga makanan di Praha mahal sekali untuknya. Pemerintah pun tidak ada rasa sedikitpun mengapresiasi keberangkatan Fauzan, bahkan uang saku pun tidak.
Quote:
5. Berasal dari keluarga tak mampu
Image : Pixebay Fauzan merupakan anak ketiga dari Adnan Firdaus dan Jamariyah. Sang ayah hanya bekerja sebagai tukang buruh bangunan dengan penghasilan tak menentu. Ibunya pun hanya seorang ibu rumah tangga namun sesekali membantu kepala keluarga mencari nafkah sebagai tukang pijak dan lulur.
Quote:
6. Menjadi karyawan di toko
Image : Pexels Nasib masa depan yang terasa kontras dengan prestasi yang ia dapat. Setelah penolakkan saat mendaftar Polisi dan satpol PP Banjarmasin memaksa Fauzan bekerja menjadi karyawan di toko retail untuk membantu perekonomian keluarganya yang kurang mampu.
Sayang seribu sayang mengenai nasib Fauzan. Seakan ada diskriminasi yang menimpa dirinya dibandingkan nasib Zohri saat ini. Awal mula Zohri bernasib sama dengan Fauzan saat sebelum berangkat, kesusahan demi kesusahan demi menuju tempat terselenggaranya lomba juga dialami dengan Zohri. Namun, keberuntungan menimpanya setibanya dari Finlandia. Berbeda dengan nasib Fauzan, padahal lagu Indonesia raya sama-sama berkumandang. Jadi, dimana letak perbedaanya? Saya sebagai penulis thread ini tidak mengharapkan RATE, CENDOL atau BATA dari kalian. Namun....
"Tolong bantu share thread ini, semoga dari sini kita mampu menolong nasib Fauzan"